beribadah di sekolah bertujuan untuk
Halini bertujuan ketika anak memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kalinya, sang anak bisa tampil percaya diri, tidak menangis dan dapat bersosialisasi dengan teman-teman barunya. A.Belajar B.Beribadah C.Berlatih sepakbola. Dalam menerima siswa baru di sekolah dasar, setiap sekolah mempunyai kebijakan yang berbeda-beda. Ada sekolah
DISEKOLAH DASAR AKHMAD SHUNHAJI Institut PTIQ Jakarta akhmad.shunhaji09@ Metode deskriptif yang dipilih karenapenelitian yang dilakukan bertujuan untuk menggambarkan dengan jelas tentang objek yang diteliti kalimat berikutnya kemudian menjelaskan kebebasan untuk beribadah menurut agama yang diyakininya itu. Untuk tujuan
bertujuanagar kehidupan masyarakat lebih berkualitas. Tugas utama sekolah yaitu berupaya untuk menciptakan proses pembelajaran secara efektif dan efisien untuk mengantarkan peserta didik mencapai prestasi yang memuaskan. Sekolah sebagai sistem sosial adalah suatu upaya untuk memahami tujuan, peran, hubungan dan perilaku berbagai komponen pendidikan di
Makadari iru, guru bisa mulai membiasakan diri memberi tahu anak didik dengan hal yang lebih menyenangkan dan dapat diterima tanpa keadaan terpaksa. Nah, sebagai inspirasi, Anda bisa menyimak beberapa contoh pantun pendidikan di bawah ini: #1. Pohon jati kuat kayunya. Pohon nyiur batangnya tinggi.
Pengembanganbudaya sekolah : · Memberi dan menjawab salam. · Meminta maaf. · Berterima kasih. · Mengunjungi orang yang sakit. · Membuang sampah di tempatnya. · Menolong orang yang sedang dalam kesulitan/ kesusahan. · Melerai pertengkaran. · Siswa terbiasa membe-ri
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1 Untuk mengetahui nilai-nilai dakwah pada kegiatan ekstrakurikuler Rohis di SMPN 28 Tangerang. 2 Untuk mengetahui semangat beribadah siswa setelah ada kegiatan ekstrakurikuler dakwah Rohis. Berdasarkan hasil uji t terlihat dari hasil olah data SPSS yaitu nilai constanta sebesar 0,368 dengan hasil uji t mempunyai tingkat signifikansi 2,666 α > 0,05 berarti secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dan searah antara Variabel X Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis terhadap Variabel Y Semangat Beribadah Siswa di SMPN 28 Tangerang. Maksud terdapat pengaruh yang signifikan dan searah adalah semakin baik kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis maka semakin meningkat pula semangat beribadah yang dimiliki siswa di SMPN 28 Tangerang, jika semakin buruk kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis akan menghambat semangat beribadah siswa di SMPN 28 Tangerang. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Tadarus Tarbawy. Vol. 3 No. 1 Jan – Juni 2021. ISSN. 2657-1285 e-ISSN. 2656-8756 291 PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAKWAH ROHIS TERHADAP SEMANGAT BERIBADAH SISWA DI SMPN 28 TANGERANG Nur Afif, Okky Setiawan Sahid nurafif Okkysetiawann44 Dosen Fakultas Tarbiyah Institut PTIQ Jakarta Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut PTIQ Jakarta ABSTRACT Tujuan dalam penelitian ini adalah 1 Untuk mengetahui nilai-nilai dakwah pada kegiatan ekstrakurikuler Rohis di SMPN 28 Tangerang. 2 Untuk mengetahui semangat beribadah siswa setelah ada kegiatan ekstrakurikuler dakwah Rohis. Berdasarkan hasil uji t terlihat dari hasil olah data SPSS yaitu nilai constanta sebesar 0,368 dengan hasil uji t mempunyai tingkat signifikansi 2,666 α > 0,05 berarti secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dan searah antara Variabel X Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis terhadap Variabel Y Semangat Beribadah Siswa di SMPN 28 Tangerang. Maksud terdapat pengaruh yang signifikan dan searah adalah semakin baik kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis maka semakin meningkat pula semangat beribadah yang dimiliki siswa di SMPN 28 Tangerang, jika semakin buruk kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis akan menghambat semangat beribadah siswa di SMPN 28 Tangerang. Keywords Kegiatan Ekstrakulikuler, Dakwah Rohis, Semangat Beribadah Siswa Tadarus Tarbawy. Vol. 3 No. 1 Jan – Juni 2021. ISSN. 2657-1285 e-ISSN. 2656-8756 292 A. PENDAHULUAN Pendidikan formal di sekolah terdiri atas intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan siswa di luar jam mata pelajaran. Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah terdiri atas pramuka, Palang Merah Remaja PMR, Patroli Keamanan Sekolah PKS, Jurnalistik, Seni, Olahraga, dan juga Rohani Islam Rohis. Rohis ini merupakan sebuah ekstrakurikuler yang berbasis keagamaan Muhammad Alim, 2011. Kegiatan pendidikan tidak hanya belajar di kelas tetapi ada yang di luar kelas yaitu ekstrakurikuler. “Kegiatan ekstrakurikuler merupakan beberapa kegiatan yang diberikan kepada peserta didik di lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menonjolkan potensi diri yang belum terlihat di luar kegiatan belajar mengajar, memperkuat potensi yang telah dimiliki peserta didik” Eka Prihtin, 2011 Kegiatan ekstrakurikuler dakwah Rohis terbagi menjadi dua yaitu dakwah ammah umum dan dakwah khashah khusus Depag RI, 2004. Pada penelitian ini lebih fokus pada dakwah ammah umum yaitu meliputi 1 Penyambutan siswa baru, Program ini mengenalkan siswa baru dengan berbagai kegiatan dakwah sekolah, pengurus dan alumninya 2 Penyuluhan problem remaja, Program penyuluhan problematika remaja sangat menarik minat para siswa karena permasalahannya Koesmarwanti dan Nugroho Widayantoro, 2000 Tujuan Rohis secara umum yang di laksanakan disekolah khususnya di sekolah menengah pertama SMP dan sekolah menengah atas SMA adalah untuk mewujudkan barisan remaja pelajar yang mendukung dan memelopori tegaknya nilai-nilai kebenaran, mampu menghadap tantangan masa depan dan menjadi batu bata yang baik dalam bangunan masyarakat Islami Nugroho Widiyantoro, 2003 Ekstrakurikuler Rohis yang ada disekolah tersebut memiliki berbagai kegiatan yang sangat mendukung dalam perkembangan sikap religius siswa, seperti kajian-kajian keislaman yang menjadi program mingguan, kajian kelas yang menuntut siswanya aktif berpartisipasi, kegiatan mentoring, tahfidz, Depag RI, 2004 dan berbagai program lainnya yang menjadi icon dalam pelaksanaan program dalam ekstrakurikuler tersebut. Sebagaian besar kegiatan yang ada, siswa sangat berperan dalam pelaksanaannya, selain adanya dukungan dari guru-guru yang mengampu ekstrakurikuler itu Adz-Dzaky, Hamdani Bakran, 2002. Namun yang menjadi problematika disini adalah rendahnya minat siswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan didalam ekstrakurikuler tersebut. Ekstrakurikuler Rohis di SMPN 28 Tangerang memiliki sesuatu hal yang lebih mengutamakan dakwah Islam secara damai, menjaga ukhuwah Islamiyah dengan kuat dan toleransi antar umat beragama. Kemudian Rohis SMPN 28 Tangerang juga memiliki peran penting dalam bidang keagamaan Islam yang dapat mewadahi siswa dalam mengembangkan pengetahuan atau pemahaman siswa mengenai agama Islam, agar hasil belajar siswa terutama pada pelajaran agama Islam lebih baik, akan tetapi siswa hanya sedikit yang berminat menjadi pengurus dan anggota Rohis di sekolah. Kemudian masih banyak siswa yang belum mengimplementasikan hasil belajar pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut terlihat dari sikap siswa yang masih belum sesuai dengan apa yang di pelajari pada saat pelajaran pendidikan agama Islam. Seperti sekolah menengah yang lain pada umumnya, memiliki ekstrakurikuler Rohis sebagai wadah pembinaan untuk siswa dalam bidang agama Islam, namun di SMPN 28 Tangerang merupakan sekolah umum, dengan mayoritas siswa-siswinya beragama Islam, akan tetapi minat atau antusias siswa lebih pada pelajaran umum bukan pada pelajaran agama Islam, hal tersebut berdasarkan kondisi yang ada di sekolah yang lebih mengutamakan pelajaran umum. Tadarus Tarbawy. Vol. 3 No. 1 Jan – Juni 2021. ISSN. 2657-1285 e-ISSN. 2656-8756 293 Dari berbagai permasalahan yang ada, untuk itu peneliti ingin membahas tentang ekstrakurikuler Rohani Islam di SMPN 28 Tangerang. B. METODE PENELITIAN Tempat penelitian adalah tempat dimana penelitian akan dilakukan, penelitian ini dilakukan di SMPN 28 Tangerang yang bertempat Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dapat diartikan sebagai prosedur penulisan yang menghasilkan data-data deskriptif. Tujuan analisis kuantitatif adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel atau hal terdapat variabel lain secara kuantitatif Analisis ini menggunakan suatu perhitungan melalui metode statistik dan untuk mempermudah analisis data maka dalam penelitian ini menggunakan teknik Quantity Function Deployment SPSS versi Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian siswa kelas VIII dan IX yang mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis di SMPN 28 Tangerang. Adapun jumlah dari siswa tersebut berjumlah 40 siswa, yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket angket tertutup dengan 5 skala Likert, observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keandalan data menggunakan uji validitas dan uji reliabiltas data dengan bantuan progam software program SPSS versi Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif analisis regresi linier, koefisien determinasi berganda dan uji asumsi klasik. Analisis regresi linier menggunakan metode statistika yang didukung perangkat lunak yaitu menggunakan program SPSS versi C. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Koefisien Determinasi R2 Koefisian Determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel–variabel dependen. Nilai koefisian determinasi adalah antara nol sampai dan satu. Nilai determinasi ditentukan dengan nilai Adjusted R Square. Hasil pengujian koefisian determinasi R2 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini Tabel 1 Uji Koefisien Determinasi R2 Std. Error of the Estimate a. Predictors Constant, Kegiatan Ekstrakurikuler b. Dependent Variable Semangat beribadah Dari output di atas, terlihat nilai adjust R square atau pengaruh simultan variabel Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis X, sebesar 0,158. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis, juga turut mempengaruhi Semangat Beribadah Siswa adalah sebesar 0,397 39,7%. Hasil Uji F Hasil pengujian statistik F dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini. Tabel 2 Hasil Uji F a. Dependent Variable Semangat beribadah b. Predictors Constant, Kegiatan Ekstrakurikuler Berdasarkan Tabel 2 Terlihat nilai F hitung 7,108 dengan probabilitas > itu berarti nilai probabilitas F tabel 7,108 > , sehingga model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis X, berpengaruh terhadap Semangat Beribadah Siswa Y pada SMPN 28 Tangerang atau model sudah tepat. Tadarus Tarbawy. Vol. 3 No. 1 Jan – Juni 2021. ISSN. 2657-1285 e-ISSN. 2656-8756 294 Hasil Uji Hipotesis Uji Statistik t Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/ independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pada uji t, nilai t hitung akan dibandingkan dengan nilai t tabel. Berikut hasil perhitungan uji statistik t yang disajikan pada Tabel 4 sebagai berikut Tabel 3 Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients a. Dependent Variable Semangat beribadah Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis X, secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Semangat Beribadah Siswa dengan nilai B constant 34,640 dan 0,368 serta uji t constanta 4,649 dan 2,666 dengan taraf signifikan 0,000, dan 0,011, Pengaruh yang ditimbulkan adalah positif, yaitu semakin tinggi tingkat Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis X, akan semakin tinggi pula tingkat Semangat Beribadah Siswa. Pembahasan Hasil Penelitian Hipotesis penelitian yang diuji adalah pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel X Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis dengan variabel Y Semangat Beribadah Siswa. Pengaruh antara variabel X terhadap Y menghasilkan nilai koefisien regresinya adalah 0,368 dengan hasil uji t mempunyai tingkat signifikansi 2,666 α > 0,05 Suharsimi Arikunto, 2010. Ini menunjukkan bahwa semangat beribadah siswa dipengaruhi oleh kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis maka hipotesis di terima. Berdasarkan hasil uji t menyebutkan bahwa dimensi Variabel X Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis berpengaruh signifikan dan positif terhadap Variabel Y Semangat Beribadah Siswa dan dapat di terima Emzir, 2010. Dengan hasil perhitungan data menggunakan program pengolahan data SPSS versi diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,011 dengan arah hubungan positif. Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang berjalan searah dan signifikan dengan sedang atau cukup antara Variabel X Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis terhadap Variabel Y Semangat Beribadah Siswa, artinya tinggi rendahnya konsentrasi kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis dapat di pengaruhi oleh semangat beribadah siswa. Sedangkan uji hasil koefisian determinasi R2 dari hasil olah data SPSS yaitu sebesar 0,397 39,7% maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis bersama-sama berpengaruh terhadap semangat beribadah siswa, atau model sudah tepat. D. KESIMPULAN Dengan dilakukannya analisis data, pengujian persyaratan analisis, serta pembahasan hasilnya di BAB IV, maka dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil uji t terlihat dari hasil olah data SPSS yaitu nilai constanta sebesar 0,368 dengan hasil uji t mempunyai tingkat signifikansi 2,666 α > 0,05 berarti secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dan searah antara Variabel X Kegiatan Ekstrakurikuler Dakwah Rohis terhadap Variabel Y Semangat Beribadah Siswa di SMPN 28 Tangerang. Maksud terdapat pengaruh yang signifikan dan searah adalah semakin baik kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis maka semakin meningkat pula semangat beribadah yang dimiliki siswa di SMPN 28 Tangerang, jika semakin buruk kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis akan Tadarus Tarbawy. Vol. 3 No. 1 Jan – Juni 2021. ISSN. 2657-1285 e-ISSN. 2656-8756 295 menghambat semangat beribadah siswa di SMPN 28 Tangerang. Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler dakwah rohis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi semangat beribadah siswa di SMPN 28 Tangerang, karena hasil yang didapatkan dengan kategori sedang atau cukup, berarti masih banyak faktor faktor lainnya yang mempengaruhi. DAFTAR PUSTAKA Prihatin, Eka, Manajemen Peserta Didik, Bandung Alfabeta, 2011, hal. 165. Koesmarwanti dan Widayantoro, Nugroho, Dakwah Sekolah di Era Baru, Solo Era Inter Media, 2000, hal. 142-151. Nugroho Widiyantoro, Panduan Dakwah Sekolah, Kerja Besar Untuk Perubahan Besar, Bandung Syaamil Cipta Media, 2003, hal. 26 Hasil Olah Data Tanggal 05 Februari 2019 Menggunakan SPSS versi Hasil Olah Data Tanggal 05 Februari 2019 Menggunakan SPSS versi Adz-Dzaky, Hamdani Bakran. Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta Fajar Pustaka Baru, 2002, hal. 14 Alim, Muhammad. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim, Bandung PT Remaja Rosdakarya, 2011, hal. 25 Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta Rineka Cipta, 2010, hal. 26 Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data, Jakarta Rajawali Pers 2012, hal. 17 Depag. Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum dan Madrasah; Panduan Untuk Guru dan Siswa, Jakarta Depag RI, 2004. hal 11-13 ... However, some studies still show the influence of spirituality partially on students. Afif & Sahid 2021 prove that spiritual activities significantly affect students' enthusiasm for worship. The quality of spiritual activities will have an impact on the spirit of student worship. ...Akhmad RamadhanUmi SetyoningrumAs individuals, students will experience social life in society. Free interaction and moral decadence pose a threat to the social life of the student community. Islamic Religious Education PAI is expected to be a solution to dealing with these threats. However, the limited learning hours of only three hours were deemed insufficient to achieve the goals of PAI. The alternative is to organize an Islamic spiritual organization. This study aimed to describe the level of religiosity of members and non-members of Rohis as well as empirically test to determine the differences between Rohis and non-Rohis members in religiosity. This study used a quantitative approach with the subject of 23 students of Rohis members and 223 students of non-Rohis members, consisting both female and male, in the age range of 15-18 years old. Primary data was collected through a questionnaire with the Linkert scale technique. Data analysis used the Independent Sample t-Test. The research results obtained 1 the level of religiosity of Rohis members at SMA Negeri 2 Bantul has an average value of and it is a medium category. 2 The level of religiosity of non-Rohis members at SMA Negeri 2 Bantul has an average value of in the medium category. Participation in Rohis will affect the level of religiosity of students, so spiritual activities need to be optimized at schools. The school needs to provide guidance and direction to spiritual organizations Rohis through general and special da'wah so that the religiosityFirdausMuhammad TaufiqM SubagusM A Jati PurnomoThis research discusses the impact of spiritual extracurricular activities on students' character development. The research objective was to determine the effect of spiritual extracurricular activities on the character development of spiritual members inside and outside of school. This research uses descriptive quantitative research with random sampling techniques or data collection. The population is the academic community of SMK N 1 Jambi, totaling approximately 200 students, and the sample is 36 students. Based on the results of research and discussion, the impact of spiritual extracurricular activities at SMK N 1 Jambi on the formation of student character plays a very important role. It can be concluded that children who participate in spiritual extracurricular activities are believed to have had an impact on their activities at school and at home, both with teachers, friends and with their parents, to become more independent, obedient and responsible where Islamic spiritual extracurricular activities take the form of coaching. the physical and spiritual. such as accompaniment, nights building faith and purity, riyadhah or sports, book review, cleaning mosques, Islamic boarding schools, and other activities to support this. So that from these activities and supported by a good Islamic spiritual environment, good character is formed towards teachers, parents and WidiyantoroDakwah PanduanSekolahNugroho Widiyantoro, Panduan Dakwah Sekolah, Kerja Besar Untuk Perubahan Besar, Bandung Syaamil Cipta Media, 2003, hal. 26Konseling dan Psikoterapi IslamHamdani Adz-DzakyBakranAdz-Dzaky, Hamdani Bakran. Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta Fajar Pustaka Baru, 2002, hal. 14Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian MuslimMuhammad AlimAlim, Muhammad. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim, Bandung PT Remaja Rosdakarya, 2011, hal. 25Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan PraktikSuharsimi ArikuntoArikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta Rineka Cipta, 2010, hal. 26Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum dan MadrasahDepagDepag. Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum dan Madrasah;
beribadah di sekolah bertujuan untuk